Senin, 23 Juni 2008

The Power of POSITEVE FEELING

Sakit yang diderita oleh tubuh tidak sedalam sakit yang diderita oleh hati kita. kita sering mengatakan" perkataannya menyakiti hatiku" sampai kini tak pernah aku lupakan. Kalau kita mau berfikir sejenak bagaimana kekuatan kata-kata yang menghujam kedalam dada sehingga kekuatan itu sangat dahsyat. Hal ini yang sekarang di teliti oleh Ilmuan, bagaimana menggunakan kekuatan Perasaan dan pikiran serta kekuatan verbal untuk diolah menjadi kekuatan positif yang mampu merubah sesuatu yang ada dalam diri kita dan lingkungan.

Dalam ajaran agama kita kita sering mendengarkan kata-kata ikhlas. saya ikhlas kok kalau harta dan kekayaan saya, saya sumbangkan untuk anak yatim, saya ikhlas kalau harta saya di dermakan untuk fakir miskin, saya ikhlas kalau saya tetap miskin, saya ikhlas kalau semua cobaan ini datang nya dari Allah SWT. komponen ikhlas yang terdiri dari sikap syukur, sabar, fokus, tenang dan selalu bahagia, justru dianggap sebagian orang merupakan sikap yang lemah. sikap tersebut dikhawatirkan dapat mengkikis dan membiuat orang tidak bersemangat untuk mencapai cita-cita, kurang dihargai, tidak tercukupkan secara materi, tidak memiliki ambisi yang tinggi. Padahal justru sebalikinya , dengan memiliki sifat yang ikhlas, kita akan menjalani hidup ini dengan tenang, mudah bergaul dengan orang lain, sehingga kita berfikir dengan tenang, segala urusan akan lebih mudah karena kita selalu b erfikiran positif terhadap orang lain. sehingga segala urusan dan tujuan hidup yang ingin kita gapai akan lebih mudah.

Tak jarang kita ingin mencapai segala keinginan kita (kekayaan yang berlimpah) tetapi kita harus melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma agama dan sosial budaya, saling sikut dan sikat antar sesama kita. sehingga kesuksesan yang kita raih, menimbulkan jurang permusuhan dan pertentangan yang sangat dahsyat, kita tidak bahagia, tetapi malah tidak aman dalam menjalani hidup.

Proses penggabungan antara kekuatan otak (positif thingking) dan kekuatan hati (positif feeling) akan menjadi sesuatu yang maha dahyysat. Bagaimana proses penggabungan dua kekuatan ini sehingga mampu membangun individu yang maha dahsyat, menjadi sukses dalam menjalani dan mengelola titipan ilahiah. proses positif thinking adalah proses kekuatan secara individu dalam mengelola individu dan lingkungan, sedangkan positive feeling menggunakan kekuatan tuha untuk mengelola kehidupan. jika gabungkan kekuatan kita dan kekutana tuhan yang maha dahsyat maka kita akan menyatu dan mampu menciptakan power untuk apapun yang kita inginkan (sukses, ketenangan, kebahagian, dll).

Kenapa kita perlu berdoa, sholat, beribadah, dan bersifat ikhlas setelah melakukan aktifitas seharai-hari, sehingga apa yang kita cita-citakan terwujud. mengapa do'a-do'a kita tidak terkabulkan? apakah ada yang salah dengan do'a atau ucapan yang kita lontarkan. secara logis" kita selalu memohon kepada Allah SWT agar mengabulkan segala permintaan kita, tetapi hati dan fikiran kita tidak pernah menyatu. fikiran kita menginginkan kesuksesan, tetapi hati kecil kita mengatakan apakah mungkin saya bisa sukses" Allah maha mengetahui apa yang diminta umatnya, sehingga apa yang diinginkan oleh hati kita itulah yang alkan terjadi. Oleh karena itu perpaduan antara keduanya sangat-sangat mungkin untuk menciptakan dan mempermudah dalam mencapai tujuan kita.

Oleh karena itu, mulai sekarang berdoalah dan yakinlah bahwa apapun yang kita fikirkan dan inginkan, jika hati kita juga mengingkan dan tidak menolaknya, maka segalanya kan terwujud. Cobalah sekarang jangan ini hanya dipahami sebagai pengetahuan tetapi jaikan tindakan dan kebiasaan kita untuk memulai sesuatu yang baik utnuk hidup kita dan membantu orang lain yang belum memahaminya.

Salam sukses
Patisina

Tidak ada komentar: