Kita saat ini merasa resah dengan tidak adanya Generasi Muda melayu yang mau membangkitkan nilai-nilai kemelayuan yang dulu pernah mencapai masa kejayaannya. Bahkan tokoh-tokoh melayu yang ada tidak memberikan contoh yang terbaik untuk generasi Mudanya. Kita bisa menyaksikan beberapa tokoh melayu di gelanggang politik saling sikut dan sikat satu dengan yang lainnya hanya masalah duit dan jabatan. Bukan bagaimana mencari solusi untuk memecahkan MASALAH EKONOMI, kubudayaan dan peradapan yang semakin terpuruk, bahkan bersama-sama mengemboskan perahu yang mau karam.
Tetapi bagi saya, ada perkara yang lebih mustahak dari hanya sekadar membincangkan masalah kegagalan, kelemahan berpolitik orang melayu, kelemahan beberapa tokoh politik melayu yaitu bagaimana membangun kembali jati diri melayu yang semakin lama semakin memudar dikalangan generasi muda yang notabene akan melanjutkan perjuangan dan membangun kembali sejarah peradapan melayu.
Himpunan Intelektual Muda Melayu Riau (HIMMA RIAU) mengajak Generasi Muda untuk kembali bersama-sama membangun jati diri melayu. Jati diri Melayu adalah Islam. Budaya Melayu adalah budaya Islam. Sehingga dahulu generasi muda suka mengkaji kitab-kitab Islam (Al ghazali, Al-Maliki, Safi'i, Ibn Khaldun, dll), mengkaji pemikiran-pemikiran politik, sosial, budaya,. Bagaimana dengan Generasi Muda Melayu Sekarang? Jangankan mengkaji Alkitab, mempelajari sesuatu yang ada pun tidak mau. Sehingga kita bisa lihat Bagaimana Anak ayam mati di Lumbung padi. Semua segi Sosial, Ekonomi Politik tidak dipegang oleh generasi muda Melayu. Dimana Nyalimu wahai Genarasi Muda? Apakah kamu hanya sebagai penonton saja, Lakukan perubahan dari sekarang, lakukan inovasi dan kreatifitas. Bangkitlahlah wahai Generasi Muda Melayu. ditanganmu nasib peradapan melayu baru kedepan. Kembangkan kreatrifitasmu untuk mewujudkan bangsa melayu yang bermartabat (melayu madani), yang mampu menguasai semua segi kehidupan dunia dan akhirat.
Kita sebagai Generasi Muda Melayu harus mampu menghilangkan sekat-sekat politik dan lembaga, mari bersatu untuk pencerahan, mari bersatu untuk membangun peradapan melayu yang baru, dengan mengkaji semua segi yang berlandaskan Alqur'an dan Sunnah, serta mengkaji kembali pemikiran-pemikiran yang masih relevan untuk kebangkitan Melayu. Partai Politik, Lembaga, Organisasi Kemasyarakatan dan LSM-LSM, hanya jadikan Alat untuk mencapai cita-cita kemelayuan kita. Melayu yang Islam harus dibela dan dijunjung, agar Melayu takkan hilang dibumi.
Salam Sukses Generasi Muda Melayu.
Patisina
Kamis, 31 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar